Permulaan Kosmik dan Big Bang

Galaksi Raya

Kita di Bumi memikirkan alam semesta sebagai area yang sangat luas dan berisi segala sesuatu yang kita tahu dan bahkan banyak yang kita tidak bisa membayangkannya. Selama ribuan tahun, manusia telah berjuang untuk memahami apa yang mereka lihat di sekitar mereka, manusia telah mengamati, menghitung, dan menduga, serta mencoba untuk mengartikulasikan penjelasan mengenai sebuah teka-teki  yang mana potongannya perlahan-lahan mulai terungkap melalui tiap terobosan ilmiah yang terjadi.

Investigasi astronomi, astrofisika, dan matematika bergabung dengan pertanyaan-pertanyaan kosmologis, serta pemikiran mengenai pencarian pada semua kebudayaan. Pertanyaan tentang alam semesta selalu melibatkan awal dan akhir. Sekarang ilmu pengetahuan menemukan beberapa jawaban atas pertanyaan-pertanyaan lama yang dijawab hanya dengan cara mitos.

Potrait Waktu Alam SemestaTeori astrofisika yang telah diterima mengandaikan bahwa pada satu titik waktu terdapat ketiadaan: tidak ada bintang, planet, atau galaksi-bahkan ruang itu sendiri. Material yang membentuk segala sesuatu yang sekarang ada , terkonsentrasi pada satu titik, titik yang sangat padat yang dikenal sebagai singularitas.

Gaya gravitasi di singularitas tersebut begitu besar sehingga struktur ruang-waktu melengkung dalam dirinya sendiri. Dalam sekejap dikenal sebagai big bang,  namun isi dari singularitas primordial tersebut “melarikan diri” dan membentuk alam semesta.

Big bang adalah istilah yang menarik untuk teori astrofisika yang kompleks, didukung dengan perhitungan yang canggih. Istilah ini diciptakan pada tahun 1950 oleh astronom Inggris Fred Hoyle, pendukung teori alam semesta sebagai sebuah keaadan yang stabil. Bahkan, Hoyle menggunakan istilah yang mengejek. Meskipun nama tersebut masih melekat, namun memberikan yang kesan palsu, membuatnya tampak seolah-olah merupakan peristiwa melepaskan semua energi dari alam semesta hampir 14 miliar tahun yang lalu adalah sebuah ledakan.

Astro fisikawan melihat big bang lebih sebagai perluasan sesaat yang dalam beberapa detik menciptakan reaksi nuklir dan menghasilkan proton, neutron, dan elektron yang membentuk struktur materi saat ini. Tidak lama setelah itu, reaksi nuklir berhenti. Alam semesta adalah sekitar seperempat helium, tiga perempat hidrogen, sebuah rasio yang dipamerkan di bintang tertua di alam semesta saat ini. Pembentukan alam semesta terjadi selama miliaran tahun. Bumi kita sendiri, bersama dengan sistem tata surya kita, adalah produk dari ledakan bintang hampir lima miliar tahun yang lalu.

Kisah alam semesta masih ditulis dan disempurnakan. Dengan semua data ilmiah, dan terus berkembang, pertanyaan dari sebuah akhir pada akhirnya tampak besar dalam penyelidikan saat ini. Alam semesta itu sendiri menyediakan beberapa dukungan konkrit bagi teori big bang dalam bentuk radiasi latar belakang kosmik, “Setelah Pijaran” dari inflasi kosmik. Pada tahun 1965, insinyur mencari sumber statis yang mengganggu komunikasi satelit dan menemukan sinyal yang konsisten yang berasal dari setiap titik di langit pada panjang gelombang yang diperkirakan merupakan radiasi ini.

lampukecil-20

Space-time: Ialah entitas tunggal yang berhubungan dengan ruang-waktu dalam empat struktur dimensional, dikemukakan oleh Albert Einstein pada teori relativitas.

Teori Keadaan Stabil: Ialah konsep mengenai mengembangnya alam semesta yang mana kepadatan rata-rata tetap konstan. Di mana materi terus diciptakan untuk membentuk bintang-bintang baru dan galaksi pada tingkat yang sama sehingga yang lama menyusut dari pandangan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s