10 Prajurit Gladiator Paling Terkenal dan Legendaris

Battle Gladiator

Seringkali jika kita mengingat tentang gladiator, yang terbayang yaitu sebuah pertandingan yang di tonton oleh banyak orang di sebuah stadium yang megah. Di mana dua orang prajurit bertempur satu sama lain hingga salah satunya tumbang, dan hanya satu prajurit yang akan hidup dari pertempuran itu.

Hal ini adalah konsep yang salah mengenai gladiator, karena tidak semua peserta pertempuran gugur saat bertanding di arena. Bahkan konsep utama dari gladiator adalah pertempuran yang menegangkan diantara dua prajurit, bukan untuk menetukan siapa yang akan hidup.

Walau pada praktiknya memang akan ada peserta gladiator yang akan kehilangan nyawanya. Hal ini bisa terjadi dikarenakan peserta gladiator tersebut tidak sungguh-sungguh bertempur, melakukan hal yang tidak pantas di arena, menolak untuk berlatih di sekolah gladiator atau memang peserta itu bukanlah lulusan sekolah gladiator dan sengaja di tandingkan sebagai bentuk eksekusi.

Dan banyak pertimbangan kenapa gladiator yang bertanding justru banyak yang diampuni saat kalah bertanding, karena mereka terlalu berharga. Sekitar 90% para prajurit gladiator selamat saat di arena, hal tersebut karena pertimbangan faktor biaya, pelatihan, kepopuleran prajurit gladiator,dll. Setiap prajurit gladiator bersekolah terlebih dahulu agar mampu bertanding dengan baik di arena.

Terdapat lebih dari ratusan sekolah gladiator di era kekaisaran Roma kuno, dengan tiap sekolah berisi puluhan hingga ratusan prajurit yang dilatih. Dengan materi latihannya berpusat tentang bagaimana mengatasi serangan lawan, bukan menghabisinya. Berikut ini kita akan membahas tentang 10 Gladiator yang legendaris.

Tetraites Gladiator

Tetraites

Tetraites adalah gladiator yang populer di Roma kuno karena teknik pertempurannya yaitu murmillo. Murmillo merupakan jenis teknik bertempur gladiator dengan tanpa menggunakan pakaian pelindung apapun pada bagian dada tetapi dilengkapi dengan pedang, perisai dan helm. Meskipun catatan pengalamannya sebagai gladiator yang efisien dan menakutkan masih perlu di kembangkan lagi, namun secara pasti Tetraites dikenal karena rekor kemenangan atas Prudes, di Pompeii.

Bahkan kemahsyurannya terdengar hingga Perancis, Inggris dan Hungaria. Terdapat juga ukiran yang menggambarkan kemenangan Tetraites atas Prudes, kemungkinan besar saat ketenarannya mencapai puncak yang sangat tinggi.

Spiculus Nero Rome Emperor

Spiculus

Salah satu gladiator Roma yang terkenal dan hidup di abad pertama Masehi, Spiculus tidak hanya populer di kalangan penonton biasa namun juga dikagumi oleh Kaisar Romawi, Nero. Spiculus kemudian memenangkan sejumlah pertempuran dan menang melawan musuh-musuh yang juga ahli bertempur. Nero sangat menyukai sisi kepahlawanan Spiculus, dan memberinya istana dan kekayaan jauh lebih banyak daripada yang bisa ia minta.

Nero sangat menggemari Spiculus, sehingga ketika ia digulingkan pada tahun 68 M, Nero ingin berakhir dengan cepat di tangan Spiculus. Namun ajudannya tidak bisa menemukan Spiculus tepat pada waktunya dan Nero pun mengakhiri hidupnya sendiri.

Ketenaran Spiculus tidak hanya berkisar seputar dirinya dengan kaisar Nero. Namun juga terdapat penggambaran dirinya dalam beberapa karya seni Romawi kuno yang memberi kesaksian akan ketenarannya yang melampaui area wilayah Roma.

Hermes Gladiator

Hermes

Tidak banyak yang telah dicatatkan tentang kehidupan gladiator Romawi kuno Hermes. Namun, ia memperoleh pujian mewah dari seorang penyair kontemporer yang bernama Martial. Bahkan Martial pun mendedikasikan keseluruhan puisi untuk memuji keterampilan Hermes sebagai seorang gladiator yang kompeten.

Dalam puisinya, Martial menggambarkan Hermes sebagai pejuang terampil yang menikmati keunggulan luar biasa dibandingkan gladiator lainnya. Pada baris kedua puisinya di mana setiap baris dimulai dengan nama Hermes, Martial menggambarkan tingkat kelincahan gladiator tersebut. Hermes dilatih dengan baik menggunakan senjata berbeda yang digunakan para gladiator dalam pertandingan mereka.

Sebagian besar gladiator memilih jenis gaya tertentu saat bertanding dan berlatih keras untuk menguasai keterampilan yang relevan. Hermes tidak hanya berpengalaman dalam kebanyakan gaya bertempur, tapi juga menguasai setidaknya tiga teknik gladiator yang berbeda. Hal tersebut merupakan sebuah pengetahuan yang memberinya keuntungan besar atas lawan-lawannya.

Priscus and Verus Gladiator

Priscus dan Verus

Kedua tokoh ini telah memenangkan sejumlah perkelahian dalam karir mereka masing – masing sebagai gladiator yang sangat tangguh. Tetapi keduanya kebanyakan dikenal karena pertempuran terakhir mereka yang legendaris di mana mereka berhadapan satu sama lain.

Priscus dan Verus bertempur dalam pertandingan epik di abad pertama Masehi di Amfiteater Flavia yang terkenal (Coloseum). Dan pertempuran terakhir mereka, juga merupakan tontonan besar pertama di arena Flavia. Ajang tontonan ini pun didokumentasikan secara rinci oleh penyair yang bernama Martial.

Setelah bertempur selama berjam-jam dalam pertandingan yang sangat menegangkan, kedua prajurit gladiator ini menyerah kepada satu sama lain pada waktu yang sama. Karena menghormati keahlian dan ketekunan masing-masing, dua gladiator ini pun meletakkan pedang mereka, yang kemudian disambut apresiasi menderu dari penonton.

Penyelenggara acara tersebut, yaitu Kaisar Titus juga tergerak oleh bagaimana cara pertempuran tersebut berlangsung. Kaisar Titus kemudian menganugerahi keduanya dengan “rudis” yaitu berupa pedang kayu kecil yang memberikan kebebasan kepada gladiator saat masa pensiun.

Marcus Attilius Gladiator

Marcus Attilius

Ketika Marcus Attilius bertempur dalam pertandingan pertamanya sebagai gladiator, dia hanya seorang pemula muda dan diberi sebutan dengan “tiro” yaitu sebuah gelar yang diberikan kepada seorang gladiator yang baru memulai karirnya. Biasanya, penyelenggara akan mempertandingkan gladiator dengan status dan pengalaman yang serupa selama pertempuran berlangsung.

Namun takdir berkata lain, Marcus Attilius ternyata menghadapi Hilarus yaitu gladiator kekaisaran yang telah bertempur selama empat belas pertempuran dan memenangkan dua belas di antaranya. Marcus Attilius pada awalnya merupakan masyarakat biasa, yang kemudian bergabung menjadi gladiator untuk membayar hutangnya yang sangat banyak.

Dan ketika semua orang yakin bahwa Marcus tidak memiliki kesempatan, pendatang baru ini justru mendapatkan kemenangan mendebarkan melawan Hilarus sang prajurit gladiator yang berpengalaman itu, dan membuat para penonton terperangah.

Kemudian mulailah legenda Marcus Attilius sang gladiator, yang pada kesempatan lainnya juga mampu mengalahkan gladiator tangguh seperti Raecius Felix yang telah memenangkan dua belas pertandingan berturut-turut.

Light Next

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s