Bagaimana Cara Styrofoam / Sterofoam itu Dibuat?

styrofoam-sterofoam-gabus

Styrofoam sebenarnya adalah merek dagang Dow Chemical untuk plastik berbusa yang dibuat dari polistirena, yang berasal dari minyak mentah, yang  diperkenalkan oleh Dow Chemical pada tahun 1941. Styrofoam Pada awalnya dibentuk dengan meniup klorofluorokarbon yang berbahaya (CFC) menjadi segumpal bahan resin yang terbuat dari stirena.

Stirena merupakan senyawa organik yang terbuat dari benzena, cairan berminyak yang tidak berwarna yang mudah menguap. Styrofoam atau yang biasa kita kenal di Indonesia dengan sterofoam atau gabus adalah nama merek dagang untuk polistirena yang diperluas hingga  masuk ke dalam produk gelas kopi sekali pakai , pendingin, dan bahan bantalan dalam kemasan.

Tapi sebagian besar dunia bertahap menghilangkan CFC pada akhir tahun 1980 karena kekhawatiran mengenai gas-gas ini, karena dapat menghancurkan lapisan ozon yang melindungi kita dari paparan berlebihan terhadap radiasi ultraviolet. Sekarang produsen membuat produk styrofoam dengan meniup pentana atau gas karbon dioksida ke dalam lelehan plastik.

Pemanasan menyebabkan gas untuk mengembang didalam gelembung polistirena, membentuk busa atau foam sebagaimana produk ini diberi nama. Sebagaimana resin mendingin, gelembung-gelembung kecil gas terperangkap di dalamnya, sehingga membentuk struktur plastik seluler. Produk busa polistirena sekitar 98 persennya adalah udara. Itulah mengapa mereka begitu ringan dan memiliki sifat isolasi yang sangat baik.

Beberapa produk styrofoam yang paling umum adalah cangkir kopi, karton telur, wadah makanan, produk nampan, mangkok sup dan salad, serta styrofoam berbentuk seperti  kacang-kacang kecil yang digunakan dalam kemasan, maupun cetakan ringan yang biasa kita jumpai di dalam kemasan guna melindungi peralatan elektronik seperti TV, Kulkas, Sound System, dll , sehingga pengiriman barang menjadi aman.

Pengujian membuktikan bahwa penggunaan piring styrofoam dan gelas sekali pakai di sekolah dan rumah sakit dapat mencegah penyakit. Styrofoam tahan terhadap kelembaban dan tetap kuat dan kokoh selama jangka waktu yang lama. Styrofoam dapat dicetak menjadi berbagai macam bentuk yang dengan mudah, dan biaya yang lebih murah daripada produk berbahan kertas.

sampah-styrofoam-sterofoamStyrofoam telah menerima beberapa tekanan selama bertahun-tahun. Hal ini dikarenakan styrofoam dapat mengisi tempat pembuangan sampah dengan cepat. Industri polistirena akan memberitahu Anda bahwa styrofoam hanya mengambil kurang dari satu persen dari berat sampah di tempat pembuangan sampah. Apa yang mereka tidak katakan adalah bahwa persentase berdasarkan volumenya jauh lebih tinggi. Walaupun ringan sampah styrofoam membutuhkan tempat yang luas.

Kelemahan lain dari Styrofoam adalah bahwa styrofoam tidak terurai secara hayati atau mudah untuk didaur ulang, dan bahwa pembakaran barang-barang styrofoam mengeluarkan gas yang  beracun.

Seperti kebanyakan produk dalam kehidupan modern kita saat ini, Styrofoam memiliki sisi baik dan sisi buruknya masing-masing. Disatu sisi memudahkan kita untuk menjadikannya wadah maupun keperluan sehari-hari, di satu sisi lainnya dari segi lingkungan.

Artikel Menarik Lainnya :

LampuKecil.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s