Mengapa Burung Betet Bisa Berbicara Menyerupai Suara Manusia?

burung-betet-hijau

Burung Betet atau sebutan lainnya yaitu burung bayan, terdiri dari setidaknya 372 spesies di seluruh dunia dan terbagi dalam 86 marga atau genus. Suara panggilan dan nyanyian burung merupakan kemampuan bawaan dan tidak melibatkan pembelajaran. Kemampuan untuk mempelajari suara dengan cara menirukan sumber suara lain hanya terdapat pada sedikit jenis burung yaitu : jenis burung penyanyi, seperti burung thrush dan burung lyrebird; Kolibri; serta  burung beo dan burung betet.

Dari beberapa jenis tersebut, burung betet merupakan burung peniru yang terbaik. Hal ini tidak diketahui secara persis mengapa burung betet bisa menirukan suara dan burung lain tidak bisa menirukan suara, tapi kebanyakan ahli sepakat bahwa hal tersebut karena kecerdasan yang dimiliki burung betet dan struktur sosialnya.

Burung betet dikelompokkan menjadi dua famili yaitu Psittacidae ( Betet sejati) dan Cacatiuidae ( kakatua), burung betet diketahui sebagai burung yang sangat cerdas dan memiliki kesadaran diri (misalnya, mampu mengenali diri dalam cermin), yang merupakan sifat karakteristik dari hewan yang cerdas. Kekuatan otak dari burung betet jauh lebih unggul jika dibandingkan dengan burung lainnya seperti merpati dan ayam (ayam termasuk burung juga), sehingga mampu membantu mereka untuk menirukan suara yang mereka dengar.

Meskipun burung betet di penangkaran mampu menirukan suara manusia, para ilmuwan percaya bahwa mereka mengembangkan keterampilan imitasi tersebut sebagai sarana untuk bertahan hidup. Burung betet membentuk hubungan monogami yang kuat, dan kemampuan menirukan suara diantara pasangan dapat meningkatkan ikatan sosial, yang mengarah ke komunikasi yang lebih efektif dan kecenderungan yang lebih tinggi untuk menghasilkan keturunan. Dalam kelompok yang lebih besar dapat membantu mengidentifikasi anggota kelompok dan meningkatkan kesatuan. Karena sebagian besar jenis burung lainnya tidak memiliki struktur sosial yang maju, mereka tidak perlu untuk mengembangkan kemampuan menirukan suara.

Burung betet jantan cenderung menirukan suara lebih baik dibandingkan burung betet betina, hal ini kemungkinan karena burung betet jantan yang mampu menirukan berbagai macam suara mampu selamat dari ancaman predator lainnya dan oleh karena itu merupakan pasangan yang cocok bagi burung betet betina (karena kebanyakan burung betet memiliki warna yang sangat mencolok).

Burung betet jantan yang mampu menirukan suara yang berbeda dan beralih di antara suara-suara tersebut secara teratur cenderung menarik perhatian burung betet betina, di samping itu kemahiran vokal tersebut memungkinkan untuk mencegah predator atau saingan lainnya untuk menemukan lokasinya.

Burung betet tidak memiliki pita suara dan sebenarnya tidak dapat berbicara atau memahami apa maksud dari kata-kata. Sebaliknya, dengan belajar mengendalikan otot-otot di tenggorokan untuk mengubah tingkat aliran udara, mereka sejatinya  hanya mengulang bunyi dan suara-suara yang mereka dengar. Beberapa spesies merupakan “tukang bicara” yang lebih baik daripada yang lainnya, dengan burung betet abu-abu dari Afrika yang dianggap sebagai burung betet yang terbaik.

Artikel Menarik Lainnya :

LampuKecil.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s