Fakta dan Penjelasan Mengenai Mimpi Buruk

Mimpi BurukMimpi buruk selalu di definisikan dengan makna yang negatif dan merupakan mimpi distressing yang menyebabkan perasaan takut yang sangat kuat. Mimpi buruk atau biasa disebut dengan nightmare memacu detak jantung lebih cepat dan membuat sang pemimpi berkeringat. Kadang-kadang pemimpi merasakan ketakutan yang sangat dan merasa terancam hingga terbangun dari tidur. Sleep expert yang meneliti hal ini memperkirakan bahwa 30 hingga 50 persen dari keseluruhan anak-anak mengalami mimpi buruk, untungnya biasanya mereka melawati fase dari  mimpi buruk dengan baik  seiring bertambahnya usia.

Hal yang umum dari mimpi buruk pada saat usia kecil ialah kita di kejar oleh sesuatu, namun kita tidak dapat mengingat alasan mengapa kita dikejar.

Nighmare dapat terjadi cukup kompleks dan panjang. 1 dari 2 orang dewasa mengalami mimpi buruk pada suatu waktu. Sebuah perkiraan 2 hinggga  persen dari orang dewasa mengalami gejala mimpi buruk yang berkepanjangan dan sering terjadi.  Stress, depresi, dan kekhawatiran adalah hal yang umum terhubung dengan mimpi buruk pada orang dewasa. Sebuah kejadian perubahan hidup yang besar dapat menyebabkan mimpi buruk, seperti kehilangan pekerjaan, kekhawatiran akan kondisi financial, keadaan rumah tangga,  pasangan,  dan kondisi kesehatan.  Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat memicu terjadinya mimpi buruk.

stressMimpi buruk terjadi pada fase Rapid Eye Movement ( REM ) pada saat tidur.  REM merupakan fase yang berlangsung sekitar dua jam pada saat tidur malam normal, namun fase lain dari tidur pada waktu tersebut masih terbagi lagi menjadi 4 hingga 5 episode. Fase REM menjadi bertahap lebih lama seiring jam tidur pada malam hari. Dan mungkin kita sering menyadari bahwa mimpi buruk yang sering kita alami terjadi pada saat fase REM pada dini hari.  Kita bisa saja mengalami mimpi buruk di 1 hingga 5 episode, tetapi biasanya kita masih bisa mengalami mimpi buruk pada tahap selanjutnya pada saat tidur.

Pengalaman traumatik, seperti paska pembedahan, operasi otak, dan peperangan, disertai dengan Post Traumatic Stress Disorder ( PTSD),  dapat memicu timbulnya mimpi buruk. Stress di percaya merupakan sumber penyebab utama dari mimpi buruk, maka dari itu teknik relaksasi seperti meditasi dan kegiatan yang menenangkan batin terbukti sangat membantu. Dan juga makan tepat sebelum tidur dapat memicu bertambahnya frekuensi terjadinya mimpi buruk,  dikarenakan makan meningkatkan kegiatan metabolisme dan aktivitas otak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s