Apakah Perasaan Ketakutan itu?

rasa-takut-ketakutan

Pasti kita pernah kan merasa takut, semisal kita sedang melihat sebuah film horor di malam hari sendirian dan tiba-tiba saja perasaan cemas menyelimuti kita, atau pada saat kita melewati tempat yang menyeramkan dengan nuansa yang sunyi dan senyap dan anda takut ada penjahat yang mencoba merampok anda. nafas anda terenga-engah, jantung berdebar lebih kencang dan otot-otot anda mengencang. 

Untuk sesaat anda merasa sangat ketakutan, anda bereaksi seolah-olah hidup anda dalam bahaya, tubuh anda memulai respon fight-or-flight ( bertarung atau melarikan diri) respon yang sangat penting untuk kelangsungan semua makhluk hidup. Namun sesungguhnya, yang terjadi ialah tidak ada bahaya sama sekali. Apakah yang sejatinya terjadi sehingga menyebabkan suatu reaksi yang intens seperti itu? Apa sebenarnya rasa takut itu? Pada artikel ini, kita akan mempelajari sifat psikologis dan fisik dari rasa takut, cari tahu apa yang menyebabkan adanya respon rasa takut dan beberapa cara untuk dapat mengalahkanrasa takut anda.

Apakah Perasaan Ketakutan itu?

Ketakutan adalah reaksi berantai dalam otak yang dimulai dengan sebuah stimulus stres dan berakhir dengan pelepasan bahan kimia yang menyebabkan hati berdebar, napas lebih cepat dan otot yang berenergi, antara lain juga dikenal sebagai sebuah respon fight-or-flight (bertarung atau melarikan diri) . Stimulus tersebut bisa saja ada laba-laba, bahaya yang mengancam anda, auditorium penuh dengan orang yang menunggu anda untuk berbicara atau angin yang membuka jendela anda di malam hari.

Otak adalah organ yang sangat kompleks. Lebih dari 100 miliar sel saraf yang terdiri dari sebuah jaringan komunikasi yang rumit yang merupakan titik awal dari segala sesuatu yang kita rasakan, pikir dan lakukan. Beberapa komunikasi ini menyebabkan pikiran dan tindakan secara sadar, sementara yang lain menghasilkan respon otonomik. Respons terhadap rasa takut hampir seluruhnya otonomik: Kita tidak secara sadar memicunya atau bahkan tahu apa yang terjadi hingga proses ini berjalan.

Karena sel-sel di otak yang terus menerus mentransfer informasi dan memicu tanggapan, ada puluhan area di otak setidaknya area periferal terlibat dalam rasa ketakutan. Tetapi penelitian telah menemukan bahwa bagian-bagian tertentu dari otak memainkan peran sentral dalam proses tersebut, anatara lain:

Thalamus – memutuskan di mana araea untuk mengirimkan data sensorik yang masuk (dari mata, telinga, mulut, kulit)
Sensori korteks – menafsirkan data indrawi
Hipokampus – menyimpan dan mengambil kenangan secara sadar; proses rancangan rangsangan untuk mendirikan kerangka berpikir
Amigdala – menerjemahkan emosi; menentukan kemungkinan ancaman; menyimpan memori rasa takut
Hipotalamus – mengaktifkan respon fight-or-flight (bertarung atau melarikan diri)
Proses menciptakan rasa takut dimulai dengan sebuah stimulus perasaan takut dan berakhir dengan respon fight-or-flight. Tetapi setidaknya ada dua jalur antara proses awal dan akhir.

Artikel Menarik Lainnya :

LampuKecil.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s