Cara Bertahan dari Gigitan Ular Berbisa

serangan-ular-berbisa-snake

Kadang kala saat kita berjalan menuju semak-semak, rerumputan, atau menyusuri area yang penuh dengan tanaman, muncul rasa takut saat tiba-tiba ada ular yang entah darimana tiba-tiba muncul. Saya masih ingat sekali dulu waktu saya masih sekolah dasar dan tiap hari harus pulang melewati area yang merupakan separuh hutan ( bekas sekolah kehutanan), saat berjalan kaki, tiba-tiba muncul ular yang menyeberang dengan tenang, hanya sekitar 1 meter di depan saya, wah betapa kagetnya saya saat itu ditambah ukuran ular tersebut lumayan besar, dan hal tersebut sangat sering saya alami,

Juga pernah waktu jalan kaki ada ular yang menunjukkan pose bersiaga yang siap menyerang kapan pun juga, atau saat enak-enak lagi main sepak bola di areal tersebut eh ada ular yang meliuk-liuk menyapa kita.  Serem deh pokoknya, apalagi saya masih sekolah dasar saat itu. Mereka kok ga takut ya sama kita, hmmm..

Ngomong-ngomong mengenai ular, tentu ketakutan utama kita ialah dengan gigitan ular berbisa ( yang nggak berbisa aja kita takut, ya kan). Karena gigitan ular berbisa sangat susah untuk di identifikasi, dan juga karena gigitan ular yang tak berbisa juga meninggalkan bekas luka yang sama, cara terbaik untuk menghindari gigitan ular ialah menghindari sesegera mungkin saat kita menjumpai ular. Asumsikan saja bahwa ular itu berbisa, terkecuali anda mengetahui dengan betul bahwa ular yang anda jumpai tidak berbisa. Yang harus anda lakukan saat terkena gigitan ular berbisa ialah sebagai berikut :

1. Cucilah bekas gigitan ular tersebut dengan sabun dan air secepat mungkin

2. Cegahlah pergerakan di areal yang tergigit dan posisikan lebih rendah dari jantung

Hal ini dapat memperlambat aliran bisa racun

3. Segeralah mencari pertolongan medis secepat mungkin

Semua gigitan ular harus di anggap sebagai darurat medis, dan ditangani secara profesional oleh dokter. Meskipun gigitan tersebut bukan dari ular yang berbisa, karena reaksi alergi yang parah dapat terjadi.

4. Segeralah membalut perban dengan erat sekita 2-4 inci di atas gigitan untuk membantu memperlambat racun, jika anda tidak dapat mencapai perawatan medis dalam waktu tiga puluh menit.

Perban seharusnya tidak memotong aliran darah dari vena atau arteri. Buatlah perban yang cukup longgar untuk jari terselip di bawah perban tersebut.

5. Jika Anda memiliki alat pertolongan pertama yang dilengkapi dengan perangkat hisap, ikutilah petunjuknya untuk membantu menarik racun dari luka tanpa membuat sayatan.

Umumnya, Anda akan perlu untuk menempatkan cangkir hisap karet di atas luka dan berusaha untuk menarik racun keluar dari bekas gigitan.

Hal yang tidak boleh anda lakukan :

A. Jangan letakkan es atau elemen pendingin pada gigitan,  hal ini akan membuat menghilangkan racun dengan pengisap menjadi lebih sulit.

B. Jangan mengikat perban atau alat penghenti pendarahan (tourniquet) terlalu erat. Jika digunakan secara tidak benar, tourniquet dapat menghentikan aliran darah sepenuhnya dan merusak anggota tubuh.

C. Jangan membuat sayatan apapun pada atau di sekitar luka dalam upaya untuk menghilangkan racun, terdapat bahaya infeksi yang dapat terjadi

D. Jangan mencoba untuk menghisap racun. Anda tentu tidak ingin ada racun dalam mulut anda bukan, di mana terdapat kemungkinan racun tersebut memasuki aliran darah anda.

Artikel Menarik Lainnya :

LampuKecil.com

Advertisements

2 thoughts on “Cara Bertahan dari Gigitan Ular Berbisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s