Penaklukan Persia dan Strategi Perang Alexander Agung

Meskipun muda, Alexander adalah seorang pemimpin militer alami. Berani, cerdas, dan kreatif, dia menunjukkan dirinya untuk menjadi seorang jenderal besar. Dia mengalahkan satu demi satu tentara Persia dalam pertempuran. Dalam setiap kasus, pasukannya kalah jumlah dari musuh. Namun mereka berulang kali mencapai kemenangan yang menakjubkan. Ia memiliki reptasi sebagai salah satu pemimpin militer tersukses dalam sejarah.

AlexanderHal ini mungkin sebagian karena kekuatan dari pasukan inti Alexander. Mereka adalah infanteri dan kavaleri Macedonia yang dilatih oleh raja Philip, yang merupakan ayah Alexander. Infanteri berperang dalam formasi perang Philip yang telah dikembangkan.

Formasi ini dikenal sebagai phalanx Macedonia, yang terdiri atas beberapa baris tentara. Setiap baris berdiri di belakang yang lain. Dan setiap anggota memegang tombak perang panjang yang disebut sarissa. Ujung tombak yang panjang menjadi bagian depan phalanx. Hal ini menciptakan massa logam yang mematikan. Saat formasi bergerak maju, tidak ada musuh bisa menembus atau bertahan. Biasanya, Alexander pertama memimpin pasukan berkudanya melawan musuh. Mereka membuka celah di barisan musuh. Phalanx kemudian terjun ke jurang dan menyelesaikan tentara lawan yang tidak lari.

Macedonian Phalanx

Formasi Phalanx

Menggunakan taktik seperti itu, Alexander memperoleh wilayah Persia yang lebih luas. Pada awal 331 SM, ia menyerbu Mesir, yang telah lama menjadi satrapy atau provinsi Persia. Alexander mendirikan sebuah kota baru di dekat mulut Sungai Nil. Dia menamakannya Alexandria, sesuai namanya. Namun sebelum melihat bangunan di kota ini meningkat, ia meninggalkan Mesir. Alexander masuk jantung Persia. Pada bulan Oktober 331, di Gaugamela, ia mengalahkan tentara Persia yang besar yang dipimpin oleh raja Persia, Darius III.

Tidak lama setelah pertempuran itu, Raja Darius yang melarikan diri namun akhirnya justru di sandera oleh sepupunya sendiri. Kemudian sepupunya itu menyerang Darius yang menyebabkan luka yang sangat fatal, dengan harapan memiliki kekuasaan Darius setelahnya dan memproklamirkan diri sebagai Raja Persia selanjutnya. Tetapi rencana ini gagal dan sia-sia karena banyak wilayah persia yang telah di kuasai Alexander, dan ia pun tertangkap dan di eksekusi.

Alexander Macedonia Empire 323bc

Area Kekuasaan Alexander

Alexander menguasai wilayah dengan cakupan area yang sangat luas mulai dari Mesir, Eropa, Asia tengah, bahkan hingga area bagian utara India. Ia pun merupakan tolak ukur kesuksesan pemimpin lainnya dalam bidang militer. Keberhasilannya dalam berperang karena kelihaiannya memanfaatkan medan pertempuran, penggunaan prajurit phalanx yang telah terlatih dan memiliki kecepatan serta kemudahan bermanuver, taktik kavaleri yang cerdas, strategi yang berani serta keloyalan para prajuritnya di medan pertempuran dan yang utama adalah Alexander terlibat langsung di medan peperangan bersama prajuritnya, yang merupakan ciri khas raja Macedonia.

Sayangnya hal ini tak bertahan lama, karena Alexander meninggal di usia yang terbilang muda yaitu 32 tahun. Meninggalnya Alexander diperkirakan karena ia meminum racun yang terdapat pada minuman yang disuguhkan kepadanya, dengan gejala efek racun selama beberapa hari. Setelah itu,  Anak Alexander yang masih kecil dan sebagai pewaris tahta kerajaan justru mengalami nasib yang tragis. Pada akhirnya kerajaan Macedonia di pimpin oleh saudara tiri Alexander yang memiliki keterbelakangan dalam berfikir. Tentunya raja yang baru tersebut hanyalah sebagai raja boneka yang dikuasai oleh para jenderal-jenderal yang berkuasa.

Artikel Menarik Lainnya :

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s