Mengapa Kita Tidak Membangun Pembangkit Tenaga Nuklir Lebih Banyak?

pembangkit-tenaga-nuklir

Kondisi saat ini mungkin terlihat tepat untuk melirik pembangkit tenaga nuklir guna menghasilkan listrik. Dengan harga gas alam yang semakin tinggi serta pasokan minyak yang tidak menentu dari Timur Tengah, beberapa orang memikirkan kembali pembangkit tenaga nuklir. Pertama-tama, tidak ada makan siang yang gratis. Setiap sumber atau metode untuk menghasilkan daya listrik memiliki kelebihan dan kekurangan. Meskipun pembangkit nuklir menghasilkan limbah radioaktif dan menimbulkan risiko terjadinya bencana, pembangkit tenaga nuklir menghasilkan sejumlah energi yang besar tanpa menimbulkan emisi gas rumah kaca.

Kita hanya memiliki tiga metode untuk menghasilkan listrik dalam jumlah yang cukup besar, yaitu : pembangkit listrik tenaga air (hidro elektrik), bahan bakar fosil seperti batu bara dan gas alam, serta tenaga nuklir.

Pembangkit listrik tenaga air, tentu saja adalah jenis pembangkit yang paling diminati, karena, meskipun dapat membahayakan lingkungan ketika daerah bendungan mengalami banjir pada bagian hulu, pembangkit listrik tenaga air lebih bersih dan terbarukan. Tapi seluruh lokasi tenaga air yang baik, di mana aliran sungai  jatuh ke bawah atau mengalir dalam beberapa jarak tertentu, telah memiliki stasiun pembangkit. Jadi pengembangan lebih lanjut dari tenaga air tidaklah praktis.

Kita memang memiliki cadangan ‘batubara yang memadai, tapi batubara membutuhkan harga  lingkungan yang sangat besar. Lahan tambang dan pertambangan bawah tanah dapat menyebabkan sejumlah hasil yang merusak, termasuk dataran tanah penuh goresan, lumpur yang menggenangi permukaan, dinamit yang digunakan untuk membongkar tanah dan bebatuan, penyakit paru-paru hitam, mengidap asbestosis, empisema, runtuhnya tambang , dan kecelakaan di areal pertambangan.

Membakar batu bara bahkan lebih buruk!  Hanya satu pembangkit listrik tenaga batu bara saja dalam satu tahun mampu menghasilkan berton-ton gas CO2 dalam jumlah yang sangat luar biasa…sekali lagi, sangat luar biasa besar (yang menambah efek rumah kaca dan pemanasan global).

Secara keseluruhan, sekitar tiga miliar ton gas CO2 dilepaskan dari pembangkit listrik batu bara hanya dalam satu tahun. Pabrik gas alam memancarkan sekitar 55 persen karbon dioksida lebih banyak daripada pembangkit listrik tenaga batubara . Selain emisi karbon dioksida, pembangkit listrik tenaga batubara melepaskan juga berton-ton sulfur dioksida dan nitrogen oksida ke udara yang menyebabkan hujan asam, serta merkuri yang beracun bagi lingkungan, termasuk juga bagi ikan.

Mengapa kita menggunakan batubara? Karena kita diharuskan, dalam rangka memberikan listrik yang sangat penting untuk mempertahankan dan meningkatkan standar hidup kita, bahkan sebagaimana penduduk kita yang semakin bertumbuh. Batubara memungkinkan pabrik-pabrik untuk beroperasi secara efisien. Rendahnya biaya listrik sangat penting bagi industri untuk bersaing secara internasional dan untuk menyediakan lapangan pekerjaan. Tetapi apakah batubara merupakan satu-satunya pilihan kita?  Para pendukung untuk tenaga nuklir akan mengatakan bahwa, karena semua permasalahan disebabkan oleh batu bara, nuklir jelas merupakan sebuah alternatif.

Artikel Menarik Lainnya :

LampuKecil.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s