Tips Pendakian Ke Gunung Ijen

Puncak Gunung Ijen

Gunung ijen yang terletak di area perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan juga Bondowoso ini sudah sangat terkenal di kalangan wisatawan-wisatawan local maupun mancanegara karena keindahan gunungnya. Gunung ini berjenis stratovolcano dengat sifatnya yang curam. Walaupun jenis gunung ini curam tapi Ijen masih terus menjadi favorit pendakian hingga saat ini. Di kawah ijen ini juga masih banyak penambang belerangnya.

Aktifitas penambangan disini hampir setiap hari di lakukan. Maka, tentu saja jika anda ke Gunung Ijen akan menemui banyak sekali para penambang yang memikul batu belerang yang berwarna kuning.   Mendaki ijen tentu saja mempunyai keistimewaan tersendiri. Ijen memiliki tinggi 2.443mdpl, memang gunung ini tidak terlalu tinggi di banding gunung-gunung yang terkenal di pulau Jawa tapi Ijen mempunyai daya tarik tersendiri. Ijen mempunya kawah yang sangat terkenal, biasa di sebut dengan kawah ijen.

Penambang Sulfur Ijen

Pendakian pertama di awali dari pos perijinan paltuding. Setelah melapor pada petugas dan membayar retribusi, para traveler bias langsung mengikuti rute yang telah di tunjukkan oleh petugas. Jalan menuju puncak Gunung Ijen sekarang sudah lebar dan jelas sekali. Mulailah pendakian sekitar pukul dua atau tiga dini hari jika ingin melihat matahari terbit di puncak. Medan yang pertama di lalui berupa jalan tanah yang agak landai, sekitar 20 menit perjalanan medan akan semakin menanjak.

Tapi jangan kawatir jika ingin beristirahat minum atau mengatur nafas, karena di sebelah kiri atau kanan anda pada setiap jarak sekitar 300m terdapat pos yang di buat untuk tempat beristirahat. Pos ini seperti berupa tempat berteduh yang ada tempat duduknya. Satu jam menempuh perjalanan, jalanan akan semakin menanjak lalu di sebelah kiri jalan para pendaki akan melihat sebuah pondok bundar. Di dekat pondok bundar juga terdapat pondokan untuk para penambang belerang.

Kawah Gunung Ijen

Di pondokan tersebut, belerang-belerang hasil penambangan di timbang. Hasil timbangan itulah yang menentukan besarnya upah para penambang. Setelah melewati pondok bundar, jalanan masih tetap menanjak dan berkelok kelok. Satu jam kurang setelah dari pondok bundar para pendaki akan mencium aroma belerang, ini menandakan pendaki sudah dekat dengan puncak. Setelah berjalan selama kurang lebih setengah jam para pendaki akan sampai di puncak ijen dengan pemandangan danau kawah yang sangat menakjubkan.

Artikel Menarik Lainnya :

LampuKecil.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s