Siapa Sebenarnya Zheng He Atau Cheng Ho Itu?

Zheng He (1371-1435), atau Cheng Ho (lahir dengan nama Ma He), adalah navigator paling terkenal dalam sejarah Tiongkok. Ia mengomandoi tujuh ekspedisi angkatan laut besar dari tahun 1405 hingga tahun 1433. Zheng dan para krunya berlayar di Laut China Timur, Laut China Selatan, dan Samudra Hindia, mencapai lebih dari 30 daratan di sepanjang pantai Asia dan Afrika. Setiap perjalanan membawa serta lebih dari 300-an kapal kayu dan puluhan ribu anggota awak.

Cheng Ho

Zheng He merupakan masyarakat Hui dan seorang muslim. Kakek buyutnya yaitu Sayyid Ajall (Sàidiǎnchì Zhānsīdīng ) merupakan gubernur pertama Yunnan di bawah kekuasaan Mongol, dan memiliki sistem pemerintahan yang penuh toleransi dimana keber-agamaan di junjung tinggi. Ia memerintahkan agar sebuah kuil Buddha, kuil Konfusius, dan dua masjid dibangun di kota Kunming. Ia juga mendukung Islam, Kristen, Budha, Taoisme dan Konghucu sebagai bagian dari kebijakan agama Mongolia. Kuil Konfusius yang Sayyid Ajall bangun pada tahun 1274, yang juga berfungsi ganda sebagai sekolah, adalah kuil Konfusius pertama yang dibangun di Yunnan. Baik Konfusianisme maupun Islam dipromosikan oleh Sayyid Ajall dalam misi pembudayaannya selama masanya di Yunnan. Setelah masa menjabatnya berakhir, posisi gubernur di lanjutkan oleh anaknya Nasr al-Din (Nàsùládīng)

Sekitar seratus tahun kemudian, pada tahun 1381 Yunnan di serang dan di taklukan oleh kerajaan Ming. Ayah Cheng Ho meninggal di pertempuran antara tentara Mongol dan Ming. Cheng Ho kecil pun di tangkap dan di jadikan pelayan kerajaan.

Selama bertahun-tahun melayani kaisar, Zheng meniti kariernya untuk menjadi seorang komandan militer penting. Pada tahun 1405, kaisar Yongle memerintahkan Zheng untuk memimpin perjalanan laut ke Asia Tenggara. Kemudian, Zheng memimpin tujuh ekspedisi ke daerah-daerah di sepanjang Laut China Selatan dan Samudera Hindia. Zheng sendiri merupakan nama marga yang diberikan oleh kaisar Yongle kepadanya, sehingga ia lebih dikenal sebagai Zheng He (nama aslinya tetap Ma He)

Armada kapalnya sangatlah megah, dengan yang terpanjang berukuran 120 meter dan mampu menampung ratusan prajurit. Jumlah kapalnya yang dibawanya pun sangatlah banyak sekitar 307 yang berlayar dengan total 27.000 prajurit. Ekspedisi ini merupakan ekspedisi kapal terbesar sepanjang sejarah. Bentangan area yang dikunjungi oleh ekspedisi Zheng He sangalah luas mulai dari laut tiongkok , asia tenggara, laut hindia ke srilanka, bahkan ke Afrika timur.

Ekpedisi Cheng Ho memiliki banyak motif, di samping pemetaan laut dan ekspansi kekuatan lautan Tiongkok secara diplomatis, serta motif perdaganan dan politik, juga pencarian. Ya pencarian terbesar sepanjang sejarah bahkan. Kaisar yang berkuasa saat itu yaitu kaisar Yongle, sebelumnya telah naik tahta dengan menggulingkan kaisar sebelumnya yaitu kaisar Jianwen yang merupakan kaisar kerajaan Ming kedua. Sayangnya, kaisar Jianwen dikabarkan mampu meloloskan diri dengan menyamar dan di perkirakan menempuh jalur laut, rumornya menuju Asia tenggara. 6 dari 7 Ekpedisi Cheng Ho berkisar di area Asia tenggara.

Cheng Ho berlayar

Cheng Ho mendapat oleh-oleh Jerapah

Perjalanan ekspedisi Cheng Ho membawa banyak harta yang sangat melimpah dengan konsep kunjungan yang damai. Ekspedisi Zheng mampu membuat negara-negara lain terkesan dengan kekuatan armada laut dan terkesima dengan kemegahan yang di tunjukan Tiongkok. Dan kemudian mampu membuat banyak wilayah mempererat hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Tiongkok.

Namun, sampai saat ini pun masih banyak perdebatan mengenai tujuan sebenarnya dari perjalanan laut semegah dan semewah ini. Dengan ukuran kapal yang luar biasa, jumlah armada yang besar, alasan pemilihan rute yang di tempuh, peta bahari apa yang di gunakan, negara yang telah di kunjungi, bahkan apa isi dari kargo yang di bawa.

Alasan mengenai ada banyaknya pertanyaan mengenai perjalanan Cheng Ho yang belum terjawab karena data informasi yang belum lengkap. Hal ini di karenakan beberapa dekade setelah Cheng Ho melakukan perjalanannya dan kerajaan Tiongkok telah berfokus dalam kekuatan maritim. Tanpa terduga, daratan bagian utara mendapatkan serangan yang sangat besar dari Mongol. Sehingga, menyebabkan kekaisaran lebih berfokus dalam penanggulangan serangan dan penjegahan kavaleri Mongol untuk menyerang kembali dengan berfokus pada penyelesaian besar-besaran tembok besar China. Sehingga yang terjadi adalah data perjalanan Cheng Ho yang ada dalam catatan Raja Yongle dan Xuande di minimalkan kehadirannya oleh kekaisaran selanjutnya.

Artikel Menarik Lainnya :

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s