Blue-Ringed Octopus, si Gurita Paling Mematikan di Dunia

Gurita Cincin Biru yang Mematikan

Gurita cincin biru atau biasa dikenal dengan Blue-Ringed Octopus adalah salah satu hewan yang paling mematikan di lautan. Gurita ini tersebar di  sepanjang Australia dan bagian barat Indo-Pasifik, beberapa manusia menderita gigitan setiap tahun. Sayangnya, beberapa di antaranya berakhir fatal.

Di Australia di mana gurita cincin biru sering muncul di perairan pantai yang dangkal dan bisa dikatakan relatif umum di daerah yang sering dikunjungi oleh para pengunjung pantai, ada puluhan kejadian yang telah dilaporkan terkait gigitan gurita ini dan beberapa kematian yang disebabkan olehnya.

Hapalochlaena maculosaBiasanya korban tidak menyadari adanya bahaya, baik itu menyentuh gurita cincin biru dengan tidak sengaja atau mengangkat gurita ini karena penampilannya yang menarik, serta beberapa korban bahkan tidak menyadari telah tergigit sehingga menyebabkan sulitnya memberikan pertolongan pertama. Gigitannya tidak menyakitkan dan dapat menembus pakaian renang.

Spesies:

Ada dua spesies gurita cincin biru:
1. Hapalochlaena lunulata, yang merupakan gurita yang lebih besar dan tumbuh hingga 20cm dengan tentakel yang menggeliat.

2.  Hapalochlaena maculosa, berukuran lebih kecil dan lebih umum dijumpai, dengan berat hanya 28 gram. Mereka dapat ditemukan di perairan karang yang dangkal dan dibalik genangan berbatu di Australia.

Dengan warna yang menarik dan lengannya yang melengkung lembut, gurita cincin biru mungkin makhluk yang indah, tetapi Cephalopoda kecil ini juga mematikan. Gurita cincin biru tampak berwarna abu-abu atau krem ​​dengan bercak coklat muda ketika sedang beristirahat, tetapi ketika gelisah 50 atau 60 buah cincin biru berwarna terang muncul dan berdenyut dengan warna menyala-nyal, sebagai peringatan. Saat anda memegangnya dan warna biru menyala-nyala muncul, sudah terlambat bagi anda.

Gurita Cincin Biru yang Berbahaya

Di dalam kelenjar ludah gurita cincin biru hidup koloni bakteri yang menghasilkan tetrodotoxin, neurotoksin mematikan yang juga ditemukan dalam ikan buntal dan hewan lainnya. Gigitan dari gurita cincin biru sepenuhnya dapat melumpuhkan dan membunuh manusia dewasa dalam hitungan menit. Tidak ada obat penawarnya sejauh ini. Gurita itu sendiri tidak terpengaruh sama sekali oleh racun tersebut selayaknya hubungan simbiosis yang telah dikembangkan antara gurita cincin biru dan bakteri penghasil racun.

Gurita cincin biru ini mampu hidup hingga berusia 2 tahun dan mampu membunuh 26 orang dewasa dalam hitungan menit.

Gurita ini paling aktif setelah gelap, dan menghabiskan sebagian besar hari-harinya di sarangnya yang tersembunyi  Seperti semua octopoda, gurita cincin biru tidak memiliki kerangka dan dengan demikian sangat fleksibel dan mampu bermanuver. Gurita ini juga dapat masuk ke celah-celah kecil dan membuat sarang di botol, kaleng aluminium, atau kerang moluska. Gurita cincin biru juga dikenal mampu untuk menggali ke dalam pasir atau kerikil untuk menyembunyikan diri.

Gurita cincin biru makanan utamanya ialah kepiting dan moluska, menyergap mangsanya dari belakang dan membungkus mangsanya dengan delapan lengan. Menggunakan paruh yang mirip paruh burung dan menggigitnya, gigitan gurita cincin biru mampu melubangi tempurung korbannya untuk menyuntikkan air liur beracun.

Tahukah anda: gurita cincin biru, juga seperti semua gurita lainnya yaitu memiliki tiga jantung dan darah berwarna biru.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s