Dunia Dalam Bentangan Peta Dunia

Peta Dunia di Zaman Lampau

Membayangkan betapa sulitnya untuk mengupas jeruk dan menekan potongan yang dihasilkan dari kulit jeruk tersebut hingga menjadi datar di atas meja. Analogi yang sama juga mewakili tantangan yang dihadapi oleh pembuat peta, yang mencoba untuk mengubah planet Bumi yang berbentuk  bulat menjadi representasi visual datar.Untuk mengatasi tantangan memperoleh tampilan permukaan bumi yang  bulat hingga menjadi terbentang  datar, kartografer menggunakan bentuk-bentuk yang  bisa digunakan untuk mendatarkan permukaan nantinya, seperti bidang datar, kerucut , dan silinder , yang dikenal sebagai permukaan yang dapat dibentangkan .

Dengan menerapkan perhitungan matematis pada permukaan yang dapat dibentangkan , mereka dapat mengubah fitur bumi menjadi bentuk datar. Bentuk-bentuk tersebut disebut dengan proyeksi , dan mereka mewakili tantangan pembuatan peta selama berabad-abad . Proyeksi pasti mengakibatkan distorsi . Distorsi-distorsi tersebut dapat dikontrol sampai tingkat tertentu dengan pilihan bentuk peta, yang tergantung pada bagian mana dari planet ini yang paling menarik bagi kartografer .

Hanya di mana permukaan langsung menyentuh Globe maka peta akan benar-benar akurat . Jauh dari titik-titik kontak , fitur bumi menjadi terbentang atau diekstarak agar menjadi datar.

 

lampukecil-5

Ilmuwan pertama yang menggambarkan mengenai proyeksi peta berbentuk kerucut ialah, Ptolemy atau yang biasa disebut Ptolemaeus. Pada abad kedua masehi di kota Alexandria, Mesir

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s