Sejarah Penemuan Oksigen

Oksigen adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau. Itulah sebabnya mengapa kita sulit menemukannya. Pada tahun 1770-an, oksigen diproduksi dalam percobaan laboratorium. Bekerja secara independen, Carl Wilhelm Scheele di Swedia dan Joseph Priestley di Inggris merancang reaksi yang diperlukan. Scheele menghasilkan oksigen pertama, tapi Priestley adalah orang pertama yang mempublikasikan hasilnya. Akibatnya, Priestley biasanya dikreditkan atas penemuan oksigen.

Antoine LavoisierBaik Scheele maupun Priestley mengklaim mereka telah menghasilkan jenis khusus dari udara. Mereka tidak menyadari bahwa mereka telah menemukan bukti dari elemen yang sebelumnya tidak diketahui. Pada tahun 1778, ilmuwan Perancis Antoine Lavoisier mereplikasi hasil temuan Priestley. Tapi Lavoisier menemukan cara yang berbeda untuk menjelaskannya.

Lavoisier mengumumkan ia telah mengidentifikasi elemen baru. Dan ia menamakannya “oksigen” dari kata-kata bahasa Yunani, Oxys dan genos, yang berarti “asam” dan “membentuk.” Lavoisier menyusun nama ini setelah ia menyadari bahwa senyawa yang kaya oksigen tertentu larut dalam air untuk memberikan asam. Ia menyimpulkan bahwa semua asam mengandung oksigen.

Lavoisier memang sempat salah dalam memahami peran oksigen dalam kimia asam. Tapi usahanya dengan oksigen menuntunnya untuk memperbaiki cara menjelaskan perubahan kimia. Lavoisier kemudian dikenal sebagai bapak kimia modern. Para ilmuwan yang mengikuti karyanya membantu mengembangkan pemahaman modern tentang atom.

Artikel Menarik Lainnya :

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s