Sebuah Kisah Antara Cinta dan Waktu

Golden Fish by Laura DiehlGolden Fish by Laura Diehl

Pada suatu ketika, terdapat sebuah pulau di mana seluruh perasaan tinggal: Kebahagiaan, Kesedihan, Pengetahuan, dan semua perasaan yang lain, termasuk juga Cinta. Suatu hari diumumkan kepada semua perasaan bahwa pulau akan tenggelam, sehingga semua perasaan membangun kapal untuk menyelamatkan diri dan meninggalkan pulau tersebut. Kecuali Cinta.

Cinta adalah satu-satunya yang tetap tinggal. Cinta ingin bertahan sampai detik-detik terakhir. Ketika pulau itu hampir tenggelam, Cinta memutuskan untuk meminta bantuan.

Kekayaan terlihat melewati Cinta dengan perahu yang besar. Cinta mengatakan, “Kekayaan, dapatkah kamu membawaku bersamamu?”.

Kekayaan menjawab, “Tidak, aku tidak bisa. Ada banyak emas dan perak di perahuku. Tidak ada tempat di sini untukmu. “.

Cinta memutuskan untuk bertanya pada Kecantikan yang juga sedang melintas dengan kapal yang indah. “Kecantikan, tolong bantu aku!” pinta Cinta, “Aku tidak dapat membantumu, Cinta. Kamu basah terkena air dan dapat merusak perahuku, “jawab Kecantikan.

Kesedihan yang saat itu juga berada dekat dengan Cinta, lalu bertanyalah Cinta ” Kesedihan, biarkan aku pergi bersamamu”.

“Oh…Cinta, aku sedang merasa sedih saat ini, dan aku ingin sendiri”, jawab Kesedihan.

Saat itu Kebahagiaan melintasi Cinta, tetapi ia terlalu bahagia sehingga tidak dapat mendengarkan Cinta memanggil dirinya.

Cinta mulai terdiam, dibenaknya terbersit pikiran adakah yang akan membantunya?. Tiba-tiba terdengar sebuah suara dari kejauhan, “Cinta, ayo naiklah ke perahuku!” seseorang dengan sosoknya yang tua.

Karena terlalu senang hingga Cinta lupa menanyakan kepada orang tua tersebut akan menuju kemanakah mereka. Ketika mereka tiba di daratan kering, turunlah Cinta dari perahu dan orang tua itu pergi melanjutkan perjalanannya.

Menyadari bahwa Cinta sangat berhutang budi pada orang tua itu, tetapi Cinta bahkan tidak mengetahui namanya. Cinta berangkat bertanya kepada Pengetahuan, sosok lainnya yang juga tua. ” Siapakah yang membantuku tadi Pengetahuan?”.

“Dia adalah Waktu” jawab Pengetahuan.

“Waktu?”, tanya Cinta, “Kenapa Waktu membantuku?”.

Pengetahuan tersenyum dengan kebijaksanaan yang mendalam dan menjawab, “Karena hanya Waktu yang mampu memahami betapa berharganya Cinta itu.”

Artikel Lainnya :

– Lampukecil.com-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s