5 Hal Mengenai Cokelat beserta Perjalanan Sejarahnya

 

cocoa seed biji coklat

Dan selanjutnya, tidak ada rumah bangsawan yang lengkap tanpa adanya gudang khusus untuk cokelat. Minuman yang sedang nge-trend tersebut sangatlah sulit dan memakan waktu untuk diproduksi dalam skala besar. Produksi cokelat saat itu melibatkan penggunakan perkebunan dan tenaga kerja paksa impor di Karibia dan di pulau-pulau di lepas pantai Afrika. Membudidayakan kakao adalah pekerjaan secara manual yang keras dan sangat intensif, karena merawat dan memanen biji kakao memerlukan perhatian yang teliti dan berkelanjutan.

D. Pengolahan Cokelat secara Modern

Dunia cokelat mulai berubah selamanya pada tahun 1828 dengan pengenalan alat tekan kakao oleh Coenraad van Houten dari Amsterdam. Penemuan Van Houten dapat memisahkan lemak alami kakao, atau biasa disebut dengan mentega cocoa. Teknik Ini menyisakan bubuk yang bisa dicampurkan ke dalam larutan minuman atau digabungkan dengan mentega cocoa untuk membuat cokelat padat yang kita kenal sekarang.

Tidak lama setelah itu, seorang chocolatier asal Swiss bernama Daniel Peter menambahkan susu bubuk ke dalam campuran, sehingga menciptakan coklat susu. Pada abad ke-20, cokelat tidak lagi merupakan kemewahan kalangan atas namun telah menjadi kudapan bagi masyarakat umum. Memenuhi permintaan besar tentu diperlukan lebih budidaya kakao, yang hanya dapat tumbuh di dekat khatulistiwa.

sweet chocolate manis enak

E. Pekerja perkebunan Cokelat

Saat ini, bukannya pekerja paksa asal Afrika yang dikirim ke perkebunan kakao di Amerika Selatan, namun produksi kakao itu sendiri sedang bergeser ke Afrika Barat dengan Cote d’Ivoire  (Pantai Gading) menyediakan dua-perlima dari kakao dunia pada 2015. Namun seiring dengan pertumbuhan industri kakao, terdapat indikasi pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan di Cote d’Ivoire. Banyak dari perkebunan di Afrika Barat, yang mayoritas memasok perusahaan Barat menggunakan pekerja paksa dan pekerja anak dengan estimasi lebih dari 2 juta anak-anak yang terkena dampak. 70% biji kakao dunia berasal dari empat negara Afrika Barat: Pantai Gading, Ghana, Nigeria dan Kamerun.

Hal Ini adalah masalah kompleks yang terus berlanjut meskipun ada upaya dari perusahaan coklat besar untuk bermitra dengan negara-negara Afrika dalam mengurangi praktik perburuhan anak dan praktik kerja yang tidak sah. Saat ini, coklat telah memantapkan dirinya dalam ritual budaya modern kita. Dengan asosiasi kolonial terhadap budaya asli, dikombinasikan dengan kekuatan periklanan, coklat mempertahankan sesuatu aura yang sensual, berkemewahan, menyenangkan dan juga dilarang.

_________________________________=======*=======__________________________________

Namun, mengetahui lebih banyak tentang sejarahnya yang mempesona dan kadang tidak selalu menyenangkan, serta bagaimana produksinya saat ini, memberi tahu kita di mana keterikatan ini berasal dan apa yang tersembunyikan secara umum. Jadi saat Anda membuka kemasan cokelat Anda berikutnya, luangkan waktu untuk mempertimbangkan bahwa tidak semua hal tentang cokelat itu manis.

Artikel Menarik Lainnya :

LampuKecil.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s