Lebah Afrikanisasi, sang Lebah Pembunuh Paling Berbahaya

The Africanized honeybee

Lebah madu yang satu ini sedikit memiliki cerita seperti film-film sains fiction, dimana sebuah hewan di eksperimenkan untuk tujuan tertentu, namun terlepas di alam dan melakukan serangan ke penduduk di sekitarnya. Lebah ini merupakan hybrid dari lebah Afrika dan Eropa.

Lebah madu Afrikanisasi (Apis mellifera scutellata) juga disebut dengan lebah Afrikanisasi atau lebah pembunuh – adalah keturunan dari lebah Afrika bagian selatan yang diimpor pada tahun 1956 oleh para ilmuwan Brasil yang mencoba mengembangbiakkan lebah madu yang beradaptasi lebih baik dengan daerah tropis Amerika Selatan.

Ketika beberapa lebah tersebut melarikan diri dari karantina pada tahun 1957, mereka mulai berkembang biak dengan lebah madu lokal yang ada di Brasil , dengan cepat memperbanyak diri dan memperluas jangkauan mereka di seluruh Amerika Selatan dan Tengah dengan tingkat persebaran lebih dari 200 mil per tahun. Dan dalam dekade terakhir, Lebah madu Afrikanisasi mulai menyerang Amerika Utara.

lebah Afrikanisasi memperoleh gelarnya sebagai lebah pembunuh karena mereka sangat kejam dan akan menyerang manusia dan hewan yang tanpa sadar nyasar ke wilayah mereka, lebah ini memiliki ciri-ciri sifat mempertahankan wilayah yang sangat kuat, sehingga sering mengakibatkan cedera serius atau kematian.

Saking sangat defensif sekali alias mudah sekali bereaksi terhadap gangguan, anda bahkan tidak perlu mengganggu sarang lebah ini untuk memulai terjadinya serangan oleh lebah Afrikanisasi. Karena, lebah Afrikanisasi telah dikenal sering menanggapi dengan brutal terhadap kejadian biasa, termasuk suara atau bahkan getaran dari kendaraan, peralatan dan pejalan kaki.

Meskipun racun mereka tidak lebih kuat dari lebah madu lokal, lebah Afrikanisasi menyerang dalam jumlah yang jauh lebih besar dan mengejar musuh yang ditargetnya dengan jarak yang lebih jauh dari lebah-lebah lainnya. Setelah terganggu, koloni akan tetap gelisah selama 24 jam, menyerang manusia dan hewan dalam jarak seperempat mil dari sarangnya.

Africanized Bee Attack

Kejadian fatal terjadi di Texas, dimana 30.000 lebah Afrikanisasi menyerang sebuah pasangan yang sedang melatih kuda kecil mereka. Saking banyaknya lebah yang “marah’ ini, hingga langit seakan di penuhi oleh lebah- lebah Afrikanisasi, pasangan ini dapat menyelamatkan diri setelah masuk ke dalam air dan bersembunyi di dalam rumah. Namun 2 kuda mereka mati, dan juga 5 ekor ayam betina mereka juga mati akibat serangan brutal ini.

Kasus lain juga terjadi pada seorang kakek berusia 62 tahun asal Texas, meninggal setelah terkena serangan 40.000 lebah pembunuh.

Sebenarnya serangan racun lebah pembunuh tidaklah berbahaya, namun saat mereka di ganggu, lebah Afrikanisasi cenderung mengejar sumber pengganggu tersebut dengan sangat konsisten dan dengan armada dalam jumlah yang besar.

Sebagai pembanding, jika lebah Eropa sarangnya di ganggu, maka 10% dari jumlah koloni akan melakukan pengejaran, tetapi jika lebah Afrikanisasi sarangnya di ganggu maka 100% dari jumlah koloni akan melakukan pengejaran.

Sengatan lebah pembunuh juga menjadi sinyal bagi lebah lain untuk memburu dan untuk “menandai” target sasaran serangan.

Lebah Afrikanisasi tergolong sebagai lebah penginvasi dan memiliki kecenderungan mendominasi lebah lokal. Para peternak lebah di Amerika memiliki kekhawatiran mengenai perkembangan bisnis mereka dengan menyebarnya lebah Afrikanisasi secara luas.

Menurut saya lebah Afrikanisasi, lebih cocok jika dijuluki  “Angry Bee”

Advertisements

One thought on “Lebah Afrikanisasi, sang Lebah Pembunuh Paling Berbahaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s